Wisata dan Aksessibilitas

 

 Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Barat No.2 Tahun 1989 kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan salah satu dari 15 lokasi yang memiliki potensi pengembangan wisata alam dan menjadi daerah tujuan wisata  di Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Beberapa lokasi yang menjadi daya tarik utama kunjungan beserta aksesibilitas dan waktu kunjungan adalah sebagai berikut :

 

A.Wisata

Puncak Gunung Rinjani

Pendakian Gunung Rinjani (puncak) merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani sebagai gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Puncak Gunung Rinjani merupakan tujuan sebagian besar para petualang dan pencinta alam yang mengunjungi kawasan ini karena apabila telah berhasil mencapai puncak itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Animo komunitas pencinta alam di seluruh nusantara bahkan dari mancanegara dalam kegiatan pendakian cukup besar, ini terbukti dengan jumlah pengunjung yang melakukan pendakian setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kegiatan pendakian secara besar-besaran dilakukan pada bulan Juli s/d Agustus, pada bulan Agustus (pertengahan) peserta pendakian umumnya didominasi oleh kalangan pelajar/mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ingin merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak melalui kegiatan “Tapak Rinjani” yang diadakan secara rutin setiap tahunnya oleh salah satu kelompok pencinta alam di Pulau Lombok yang bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.


Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani terdapat 3 (tiga) jalur utama/resmi antara lain :

F  Jalur  Senaru

Jalur pendakian Senaru merupakan jalur pendakian paling ramai, hal ini disebabkan selain sebagai jalur wisata treking juga kerap dipergunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/keagamaan di puncak Rinjani atau Danau Segara Anak

Rute pendakian yaitu Senaru – Pelawangan Senaru – Danau Segara Anak dengan berjalan kaki memakan waktu ± 10 – 12  jam melalui trail wisata yang berada dalam hutan primer dan sepanjang jalan trail telah disediakan sarana peristirahatan pada setiap pos.. Sepanjang jalan trail pengunjung dapat menikmati keindahan hutan belantara dan bebatuan yang menakjubkan 

Untuk memperoleh informasi mengenai pendakian Gunung Rinjani telah disediakan Pusat Pendakian Terpadu (Rinjani Trek Centre) atas kerjasama BTNGR dengan NZAID (New Zealand Asistance International Development). Dari Danau Segara anak bila anda ingin melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Rinjani anda harus menuju ke pelawangan sembalun dengan jarak tempuh ± 4 jam, dari pelawangan ke puncak rinjani membutuhkan waktu 4 – 5  jam. Pendakian ke puncak umumnya dilakukan pada pukul 02 dinihari, ini dimaksudkan agar pada pagi harinya pendaki dapat menikmati matahari terbit (Sunrise) dari puncak Gunung Rinjani serta dapat menikmati pemandangan seluruh pulau Lombok bahkan pulau Bali apabila cuaca cerah.  

F  Jalur  Sembalun

Selain jalur senaru jalur sembalun juga merupakan jalur yang ramai dilalui, terutama oleh penggemar wisata treking. Rute yang dilalui adalah gerbang sembalun lawang – pelawangan sembalun-puncak gunung rinjani memakan waktu 9 – 10 jam. Jalur ini sangat dramatis dan mengesankan, trail wisata yang anda lalui merupakan padang savana dan punggung gunung yang berliku liku dengan jurang disebelah kiri dan kanan jalur.

Dibanding jalur  senaru, jalur pendakian ini tidak terlalu curam, namun karena didominasi oleh padang savana menjadikan perjalanan anda bermandikan peluh oleh teriknya sinar matahari yang menyengat, namun semua itu akan sirna saat anda dibuat terpana oleh indahnya pemandangan padang dan hutan yang luas sepanjang lembah-lembah nan hijau di sebelah timur Gunung Rinjani, bahkan mata anda akan dimanjakan oleh indahnya selat Alas dan Pulau Sumbawa di kejauhan. Setelah tiba di puncak rinjani anda bisa beristirahat sejenak sembari menikmati panorama alam dan berbangga diri telah menginjakkan kaki disalah satu kaki langit di Indonesia serta menimbulkan rasa kekaguman akan ciptaan-NYA. 

 

Danau Segara Anak

Pesona unggulan Taman Nasional Gunung Rinjani yang sangat prospektif adalah Danau Segara Anak, lokasi ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun.

Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dari jalur Senaru dibutuhkan waktu tempuh sekitar 7 – 10 jam berjalan kaki (± 8 Km) dari pintu gerbang jalur pendakian Senaru. Sedangkan dari jalur pendakian Sembalun ditempuh dalam waktu 8 – 10 jam. Danau segara anak dengan ketinggian ± 2.010 m dpl dan kedalaman danau sekitar ± 230 meter mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luasan sekitar 1.100  Ha.

Disekitar Danau Segara Anak terdapat lahan yang cukup luas dan datar, dapat digunakan untuk tempat berkemping/berkemah, juga pengunjung bisa memancing ikan di danau atau berendam di air panas yang mengandung belerang.

Obyek lainnya di sekitar Danau Segara  Anak adalah Hulu Sungai Koko Puteq ±  150 meter dari Danau Segara Anak. Selain itu terdapat pula Goa Susu, Goa Manik, Goa Payung, Goa Susu dipercaya dapat dijadikan media bercermin diri serta sering pula dipergunakan sebagai tempat bermeditasi. Sedangkan di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas (Aik Kalak Pengkereman Jembangan) yang biasa digunakan untuk menguji dan memandikan benda-benda bertuah (Pedang, Keris, Badik, Tombak, Golok, dll) dimana jika benda-benda tersebut menjadi lengket apabila direndam itu menandakan benda-benda tersebut jelek/tidak memiliki kekuatan supranatural, sebaliknya apabila benda-benda tersebut tetap utuh berarti benda tersebut memiliki kekuatan supranatural/dipercaya memiliki keampuhan.  


JALUR RESMI PENDAKIAN BTNGR

Tujuan Puncak Rinjani dan Danau Segara anak

Jalur Sembalun

*        Mataram – Sembalun (± 4-5 Jam kendaraan umum)

*        Sembalun Lawang – Puncak Gn. Rinjani (± 7 Jam Jalan Kaki)

*        Sembalun Lawang – Danau Segara Anak (± 8-10 Jam Jalan Kaki) 


 Jalur Senaru

*        Mataram – Senaru  (± 3-4 Jam kendaraan umum)

*        Senaru – Danau Segara Anak (± 7-10 Jam Jalan Kaki)

*        Danau Segara Anak – Pelawangan Sembalun (± 4 Jam Jalan Kaki)

*        Pelawangan Sembalun – Puncak Rinjani (± 2-3 Jam Jalan Kaki)

 

Desa Adat Senaru dan Air Terjunnya 

Sebagai salah satu gerbang pendakian Desa Senaru juga menyimpan potensi wisata sebagai desa adat. Senaru juga  memiliki perkampungan (Desa Adat) berarsitektur tradisional yang dibangun berdasarkan penanggalan “atas – bawah” yang pada susunan paling atas adalah rumah adat melokaq (mangku), menurut kepercayaan bagi wanita yang berhalangan serta pasangan suami istri yang belum selesai adat kawinnya dilarang memasuki rumah   adat.

Di Desa Senaru anda bisa menemukan fasilitas penginapan dan restoran. Selain itu Desa Senaru memiliki panorama alam yang indah dan Air Terjun yakni Air Terjun Sendang Gile ( ± 25 M) merupakan air terjun dua tingkat dengan suhu yang cukup sejuk, anda dapat merasakan hempasan angin yang diciptakan oleh air terjun yang cukup tinggi dan air terjun kedua yakni air terjun Tiu Kelep. 


Air Terjun Jeruk Manis

Air terjun Jeruk Manis dengan ketinggian ± 30 m yang tepatnya di Desa Kembang Kuning terletak di bagian Selatan kawasan Taman Nasional yaitu  di Desa Kembang Kuning.  Disekitar lokasi menuju air terjun (Tete Batu) banyak terdapat sarana akomodasi bagi pengunjung baik lokal maupun mancanegara diantaranya seperti Home Stay, Cottages, Restorant dll. Daerah ini (sekitar air terjun) selain mempunyai panorama alam yang indah kita juga dapat melihat atraksi alam berupa tingkah laku Lutung (Tracyphitecus auratus cristatus) dan Burung Elang yang diperkirakan daerah ini merupakan habitat dan populasi terbesar di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.  

Otak Kokok merupakan daerah dengan pemandangan alam yang indah dan sejuk, disini terdapat air terjun yang diyakini masyarakat sekitar bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit dengan cara mandi di air terjun Otak Kokok dimana jika buih air yang telah menyentuh badan `kita berubah berwarna putih, di indikasikan bahwa badan kita terkena penyakit. Di sekitar air terjun juga dibangun

kolam renang dan gazebo/tempat-tempat peristirahatan.


 

Pemandian Otak Kokok Gading

  Otak Kokok merupakan daerah dengan pemandangan alam yang indah dan sejuk, disini terdapat air terjun yang diyakini masyarakat sekitar bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit dengan cara mandi di air terjun Otak Kokok dimana jika buih air yang telah menyentuh badan `kita berubah berwarna putih, di indikasikan bahwa badan kita terkena penyakit. Di sekitar air terjun juga dibangun kolam renang dan gazebo/tempat-tempat peristirahatan.

Di Otak Kokok inipun terdapat Pusat Kegiatan konservasi yang sedang dikembangkan oleh Taman Nasional Gunung Rinjani bekerjasama dengan IKA SKMA Prov. NTB dan Kelompok Masyarakat Peduli Arboretum (KMPA) Otak Kokok Gading.

Dan bagi anda yang ingin berkemah dan menikmati panorama alam, telah tersedia Areal Camping Ground. 


     

Pemandian Air Panas Sebau

Air panas sebau dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat mengobati bebagai penyakit kulit (panu, kadas, kurap dll), dengan ditunjang dengan panorama alam sekitar lokasi air panas yang antara lain berupa bukit Batu, serta panorama sepanjang jalur trail menuju lokasi pemandian yang banyak dijumpai beberapa jenis burung, Rusa (Cervus timorensis) , Kera Abu-abu (Macaca fascicularis) juga Lutung (Tracyphitecus auratus cistatus).

Namun disayangkan adanya kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa dengan membuang pakaian yang telah digunakan untuk berendam secara sembarang maka penyakit mereka akan juga terbuang. Sehingga sekitar lokasi pemandian cenderung terlihat kotor oleh pakaian yang dipergunakan mandi pengunjung walaupun sudah disediakan tempat-tempat sampah.