Selasa, 09 Januari 2018 - 09:11:42 WIB
Rapat Koordinasi Penutupan Jalur Pendakian TN Gunung Rinjani
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Rinjani - Dibaca: 424 kali

Mataram, 09/01/2018- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) pada hari Kamis, 28 Desember 2017 mengadakan rapat koordinasi penutupan jalur pendakian bertempat di ruang pertemuan kecamatan Sembalun Lombok Timur. Kegiatan rapat koordinasi tersebut dihadiri  Camat Sembalun, Danramil Sembalun, Kapolsek Sembalun, staf Dinas Pariwisata kab. Lombok Utara, staf pemerintahan desa Sembalun, Sembalun Lawang dan Sajang, Forum guide dan porter, para pelaku wisata (Trekking Organizer, guide dan porter) disekitar resort Sembalun, serta staf BTNGR.

Kegiatan rapat koordinasi ini diadakan dengan tujuan untuk menyampaikan Informasi penutupan jalur pendakian TNGR yg dilakukan mulai tgl 01 Januari s.d 31 Maret 2017 kepada instansi mitra BTNGR dan para pelaku wisata serta menggali saran masukan serta kritik membangun untuk pengelolaan pendakian yang lebih baik ditahun 2018. Pada rapat koordinasi tersebut terdapat beberapa poin yang menjadi perhatian yaitu permasalahan sampah masih menjadi permasalahan utama pendakian yg harus diselesaikan ditahun 2018, Beberapa upaya telah dilakukan oleh Balai TNGR bersama mitra serta masyarakat namun hasilnya masih belum maksimal. Menurut peserta rapat Kendala yg dihadapi dalam pengelolaan sampah diantaranya : masih kurangnya kesadaran pengunjung dan pelaku wisata, belum adanya TPS/TPA di Sembalun sehingga sampah yg sudah dibawa turun tidak dapat dikelola dengan baik dibawah dan menjadi permasalahan baru, selain itu masih belum maksimalnya pengawasan yg dilakukan petugas TNGR.

Rapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa saran dan masukan dari para peserta rapat mengenai Perlu adanya penjagaan yg ketat dari petugas baik dipintu masuk pendakian, pos-pos peristirahatan maupun areal camping ground. Apabila memungkinkan secara aturan agar Balai TNGR dapat mengalokasikan lokasi utk TPS/TPA di Sembalun. Selain itu Perlu upaya untuk meminimalisir penggunaan plastik maupun bahan anorganik lainnya yang berpotensi sampah dan mengganti wadah makanan dengan wadah yg reuseable contoh tupperware. Selain itu perlunya BTNGR dapat melakukan perbaikan jalur pendakian selama penutupan jalur karena sebagian jalur trek sudah banyak yg mengalami erosi/tergerus akibat aktivitas lalu lalang pengunjung dan di sekitar lokasi cemara siu terdapat pohon yg akan tumbang dan dikhawatirkan dapat membahayakan pengunjung.