Senin, 04 Desember 2017 - 07:59:39 WIB
Balai TNGR segera memiliki masterplan pengelolaan Sampah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Rinjani - Dibaca: 120 kali

MATARAM- NTB, 30 November 2017. Bertempat di Hotel Golden Pallace Mataram, Balai TN. Gunung Rinjani melakukan rapat pembahasan draft masterplan pengelolaan sampah TN. Gunung Rinjani. Rapat pembahasan masterplan pengelolaan sampah ini dihadiri oleh 25 orang perserta yang terdiri dari perwakilan komunitas, Kelompok Pecinta Alam, Forum Citra Wisata Rinjani, Forum Porter Guide Rinjani, DPH Geopark Rinjani, Bapoeda NTB, dinas LHK NTB, dinA Pariwista NTB, dinas LHK kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, Tim Ahli dari Universitas Mataram (Indriyatno dan Maiser Syaputra), Bank Sampah NTB, Poltek Pariwisata NTB. Narasumber adalah Dr. Fathoni (Dinas LHK prov. NTB) dan Sawaluddin (Bank Sampah Bintang sejahtera). Masterplan pengelolaan sampah ini merupakan rencana induk pengelolaan sampah di kegiatan pendakian yang akan dilaksanakan selama periode 20 tahun. Masterplan ini disusun untuk menjaaab permasalahan utama di kegiatan wisata alam berhpa sampah yg selama ini terjadi.

Masterplan ini disusun oleh tim penyusun Balai TN. gunung Rinjani dan Tim ahli/Akademisi dari Universitas Mataram. Penyusunan masterplan sampah ini telah dilakukan dari bulan April 2017, dan telah melalui beberapa kali FGD yang melibatkan dinas instansi terkait, komunitas, forum Citra wisata Rinjani, Forum Porter Guide Rinjani, Klp Pecinta Alam, satgas Rinjani Bersih dan pemerintah daerah dan pelaku wisata di Tingkat Tapak (Senaru dan Sembalun).

Dalam pembahasan masterplan ini Kepala Dinas Pariwisata NTB H. L. Moh. Faozal mengungkapkan perlunya tata kelola evakuasi dan manajemen pengelolaan sampah di Rinjani, selain itu kadispar NTB juga berpesan dalam masterplan ini perlunya pembagian tugas para pihak dalam penanganan permasalahan sampah , lebih lanjut juga disampaikan perlunya rencana aksi jangka pendek untuk mengatasi permasalahan sampah yang sangat mengganggu wisata NTB ini, termasuk salah satunya terkait wacana kemungkinan penerapan deposit sampah yg masih dalam proses pengkajian dan penyusunan rapergub.

Kepala Balai TNGR  R.Agus Budi Santosa dalam sambutannya mengatakan pentingnya masterplan sampah ini karenan dalam waktu dekat Lombok (Rinjani) akan memperoleh 2 penghargaan/pengakuan dunia yaitu Global Geopark dan Cagar Biosfer selain itu masterplan ini disusun untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pengelolaan sampah juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar kawasan dan yang paling penting adalah adanya pelibatan seluruh pihak dalam pengelolaan sampah ini. Selain itu Kepala Balai mengungkapkan permasalahan sampah berhubungan erat dengan prilaku dan kebiasaan sehingga cara terbaik yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi dan hal ini merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu lama dan konsistensi serta perhatian dan pelibatan bersama para pihak.

Beberapa hal yang diatur dalam masterplan pengelolaan sampah TNGR dan menjadi bahan diskusi dalam rapat pembahasan ini adalah pembagian peran para pihak, pembiayaan, adanya mekanisme pembatasan pengunjung, pembatasan sampah bawaan berupa pelarangan beberapa jenis sampah untuk masuk kawasan TNGR (tisu basah, streoform, B3, dan bungkus permen) selain itu diatur juga tentang pemilahan dan pewadahan sampah, edukasi, kelembagaan pengelola sampah, prosedur pemeriksaan (pack in dan pack out), pembagian ruang di setiap pos (areal kemah, dapur dan areal toilet), penangan sampah di dlm kawasan, pengolahan sampah dan pengangkutan sampah ke TPS/TPA. Selain itu juga tentang mekanisme pemberian penghargaan dan sanksi.