Rabu, 06 September 2017 - 13:24:50 WIB
Sosialisasi Pemanfaatan Air dalam Kawasan TNGR
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Rinjani - Dibaca: 173 kali

Kebutuhan akan air bagi manusia merupakan hal yg tidak dapat tergantikan dan mutlak ketersediaannya. Ketersediaan air yg baik untuk dikonsumsi sangat tergantung dari kualitas lingkungan sekitar, terutama kondisi kawasan hutan. Disamping kondisi lingkungan juga ditentukan dalam pola pemanfaatannya. Pemanfaatan yg tidak diatur dengan baik, khususnya dikawasan hutan konservasi sebagai kawasan hutan negara akan menggangu keberlanjutan ketersediaan air yg mencukupi bagi masyarakat secara umum. Sehingga dalam memberikan akses bagi masyarakat sekitar kawasan hutan konservasi dalam hal ini kawasan TN. Gunung Rinjani dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar kawasan harus dilakukan pengaturan dan pola pemanfaatan nya harus berpedoman pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 64 Tahun 2013 ttg Pemanfaatan Air dan Energi Air di SM, TN, THR dan TWA.

Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai kawasan konservasi yg merupakan penyangga utama kehidupan dalam memenuhi kebutuhan air di Pulau Lombok, mutlak harus diatur didalam pemanfaatan air oleh masyarakat yg tergabung dalam kelompok pemanfaat air non komersial atau Izin Pemanfaatan Air (IPA) Non Komersial. Sehingga perlu dilakukan monitoring dan evaluasi proses IPA yg sudah dimiliki. Untuk meningkatkan pemahaman kelompok masyarakat pemegang IPA agar lebih baik serta bertanggung jawab dalam pengelolaan pemanfaatan air sesuai aturan yg berlaku, diperlukan asistensi atau pendampingan dari Direktorat terkait dan dalam hal ini Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE disamping petugas dari Balai TNGR.

Sebagai informasi saat ini pemegang IPA Non Komersial oleh Kelompok Masyarakat sekitar TNGR ada 12 pemegang IPA yg menyebar di 2 Seksi Pengelolaan Wilayah, yaitu SPW I terdapat 7 pemegang IPA (Desa Santong, Sukadana, Akar Akar, Salut, Gumantar, Senaru, dan Mumbulsari)  dan SPW II terdapat 5 pemegang IPA (Desa Jeruk Manis 4 IPA dan Desa Timbanuh 1 IPA).