Kamis, 05 Desember 2019 - 15:14:43 WIB
Kemitraan Konservasi BTNGR dengan Kelompok Tani Masyarakat dalam Pemanfaatan HHBK
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 199 kali

Mataram, 5 Desember 2019. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengadakan penandatanganan perjanjian kerjasama rencana pelaksanaan program dan rencana kerja tahunan kemitraan konservasi dengan kelompok masyarakat tani Montong Jinatri dan kelompok Wakul Lani bertempat di Ruang Aula Kantor Balai TN Gunung Rinjani di Mataram (5/12). Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat struktural Balai TN Gunung Rinjani dan staf, Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Bappeda Lombok Timur, Camat Bayan, Camat Lenek  dan anggota kelompok masyarakat Wakul Lani dan Montong Jinatri.   

Perjanjian kerjasama tentang penguatan fungsi kawasan pelestarian alam berupa pemberian akses pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di zona tradisional resort  Senaru BTNGR. Perjanjian ini memiliki tujuan meningkatkan perlindungan dan pengawetan flora dan fauna serta pembinaan habitat dalam rangka mempertahankan keberadaan populasi hidupan liar dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian akses terhadap kawasan hutan.

Pada pembukaan kegiatan, Kepala Balai TN Gunung Rinjani Dedy Asriady menyampaikan dengan adanya perjanjian ini pemanfaatan HHBK seperti produksi madu dari kawasan yang dilakukan masyarakat lebih punya value yang baik dengan demikian industri di kawasan desa bisa dikenal lebih luas.  perjanjian ini sebagai perwujudan bahwa TNGR menjadi milik bersama untuk menjadikan sebagai hutan lestari. Sambutan dilanjutkan oleh Putu Hery dari Bappeda Kabupaten Lombok Utara menyampaikan bahwa TNGR merupakan stakeholder penting dalam komponen perencanaan daerah, tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan hutan dan sumber air di pulau Lombok.  Sedangkan dari Bappeda Kabupaten Lombok Timur Lalu Rizal Akhadi menyampaikan dalam mewujudkan Paradigma Hutan lestari dan masyarakat sejahtera  TNGR  tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakat dan desa karena masyarakat hidup dari hutan. Ketika masyarakat dilibatkan maka program yang dijalankan TNGR akan lebih mudah untuk di implementasikan,  Pada intinya Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara mendukung Perjanjian kerjasama ini untuk lebih bersinergi kedepannya bagi Pemerintah daerah, masyarakat dan TNGR. Pada sesi acara penutup TNGR memberikan bantuan binaan kepada kedua kelompok tani masyarakat masing-masing sebesar Rp. 29 juta untuk peningkatan produksi HHBK.


Informasi Terkait
  • Apa Kabar Hutan NTB
  • Rapat Koordinasi Penyelesaian Masalah PKTI Di Hutan Pesugulan
  • Saka Wanabhakti Dan Saka Kalpataru Ntb Pastikan Ikut Serta Pada Pertikawan Tahun 2019
  • Jalur Pendakian Di Taman Nasional Gunung Rinjani di Buka Kembali
  • Terjadi Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup