Senin, 05 Agustus 2019 - 09:10:19 WIB
Sosialisasi Manajemen Bahaya di Kawasan Konservasi dan Kawasan Rawan Bencana
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 26 kali

Kamis (1/8/2019), Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama Divisi Rekreasi Alam dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Diskusi Multi Pihak Sosialisasi Manajemen Bahaya di Kawasan Konservasi dan Kawasan Rawan Bencana dengan tema “Rinjani Clean and Safe Hiking”. Acara sosialisasi ini disupport oleh Fakultas Kehutanan IPB sebagai pembicara yaitu Prof. Dr. E.K.S Harini Muntasib, MS dan Dr. Rinekso Soekmadi.

Pada acara tersebut Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengundang Kapolda NTB, Danrem 162, Wira Bhakti Mataram, Kepala BAPPEDA Provinsi Mataram, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Kepala BPBD NTB, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Kepala Pengamat Gunung Api Sembalun (PVMBG), Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Timur, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Lombok Barat, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi BIL, Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Kayangan, Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah II Selong, Ketua EMHC (Edelweis Medical Help Center), Ketua Forum Citra Wisata Rinjani, Ketua Forum Porter Guide Rinjani, Ketua Asosiasi TO Kab. Lombok Utara, Ketua Asosiasi TO Kab. Lombok Tengah, Ketua Asosiasi TO Kab. Lombok Timur, Ketua APGI Lombok, Kepala Resort Senaru, Kepala Resort Setiling, Kepala Resort Kembang Kuning, Kepala Resort Sembalun, Camat Sembalun, Camat Bayan, Ketua Orplas, Ketua Pokdarwis Rinjani Perkasa, DPH Geopark UGG Rinjani-Lombok, Direktur WWF Indonesia, dan Ketua Grahapala Universitas Mataram. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 39 orang.

Dalam penyampaiannya pembicara menyampaikan terkait bahaya-bahaya serta bencana yang ada di kawasan taman nasional gunung rinjani, sehingga pentingnya peran serta kerjasama semua pihak mengenai bagaimana menanggulangi atau mengelola bahaya serta bencana yang ada di Taman Nasional Gunung Rinjani. Bahaya dan bencana yang sering terjadi di kawasan TN Gunung Rinjani beberapa diantaranya terjadi karena keteledoran para pelaku wisata yg tidak mematuhi aturan atau tata krama yang berlaku. Beberapa ancaman bahaya/bencana yg perlu diwaspadai seperti gempa bumi, cuaca ekstrim, angin kencang, serta suhu yang dingin paling banyak menimbulkan korban di pendakian. Adapun usaha preventif yang bisa dilakukan salah satunya adalah memasang papan peringatan pada titik-titik yang sekiranya berbahaya bagi pengunjung.


Informasi Terkait
  • Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Pada Jalur Pendakian TNGR
  • Kebakaran di Kawasan Hutan Savana Propok Gunung Rinjani
  • Aplikasi ERINJANI Dan Upaya Atasi Overtourism Di Gunung Rinjani
  • Kebakaran Hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Standar Operasional Prosedur Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani