Selasa, 02 Juli 2019 - 07:42:51 WIB
Aplikasi ERINJANI Dan Upaya Atasi Overtourism Di Gunung Rinjani
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendakian - Dibaca: 282 kali

Mulai dari minggu lalu, semua pendaki baik lokal/domestik maupun mancanegara harus mendaftar secara online melalui aplikasi ERINJANI. Aplikasi ini telah tersedia di Playstore (Android). Dengan demikian, jumlah pengunjung ke Taman Nasional Gunung Rinjani bisa diatur dan aspek keselamatan pendaki dan kru operator trekking – pemandu dan porter – juga lebih terjaga. Tidak kalah penting, peraturan taman nasional yang mewajibkan pendaki asing menggunakan operator trekking resmi adalah agar keamanan mereka bisa terpantau lebih baik.

Mountaineering tourism

Pendakian ke Gunung Rinjani sudah dimulai sejak sekitar 30 tahun lalu. Jumlah pendaki terus bertambah setiap tahun. Bahkan ketika Pulau Lombok diguncang gempa dahsyat tahun lalu dan getaran-getaran susulannya pada skala yang lebih kecil masih terus dirasakan, total jumlah pendaki sebanyak 46.786.

Dari April hingga Juli tahun lalu, trekker mancanegara ke Gunung Rinjani sudah mencapai 17.312 orang di jalur Sembalun dan 1.945 trekker di jalur Senaru. Pada 2017, total trekker mancanegara di kedua jalur favorit itu mencapai masing-masing 33.536 trekker dan 5.402 trekker. Tahun itu, total pendaki ke Gunung Rinjani sebanyak 82.779 trekker. Data BTNGR menunjukkan, pada tahun tersebut trekker mancanegara terpantau melalui semua jalur pendakian: Sembalun, Senaru, Kembang Kuning, Timbanuh, Aikberik, Gunung Kukus, dan Saja.

Musim pendakian paling ramai pada bulan April sampai dengan Agustus setiap tahun. Ada juga rekam data BTNGR menunjukkan trekker mancanegara di luar periode tersebut seperti di bulan September hingga Desember dan Januari. Namun itu sangat bergantung pada cuaca dan kondisi gunung sendiri. Balai selaku pengelola taman nasional bekerja sama dan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memantau seluruh gunung berapi di Indonesia. Penutupan dan pembukaan pendakian ke Gunung Rinjani oleh pengelola mesti ada rekomendasi dari PVMBG.

Gunung Rinjani berketinggian 3.726 mdpl. Gunung berapi kedua tertinggi setelah Gunung Kerinci. Dia juga Top 3 dari 7 Summits di Indonesia. Secara umum, medan pendakiannya termasuk level advance. Setiap jalurnya menawarkan pemandangan dan tingkat tantangan berbeda-beda. Pendakian ke Rinjani memang tidak memerlukan peralatan khusus, tetapi dibutuhkan stamina yang kuat, konsentrasi dan kesabaran meniti setiap punggung bukit-bukitnya.

Memimpikan berada di puncak Rinjani saat matahari terbit bukan lagi milik para pendaki Indonesia semata. Karena Gunung Rinjani sudah menjadi primadona daya pikat mountaineering tourism di Indonesia bagi trekker mancanegara. Karena aksesibilitas menuju ke sana maupun informasinya lebih mudah dibandingkan gunung-gunung lainnya. Sekalipun atap tertinggi Indonesia yakni Puncak Carstensz di Papua, satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia. Gunung Semeru yang berada satu kompleks dengan Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga tampaknya tidak terlalu menarik perhatian trekker mancanegara.

Jalur trekking melalui Sembalun dan Senaru merupakan jalur favorit trekker mancanegara. Masing-masing jalur menawarkan pemandangan kontras dan tantangan berbeda-beda.

Jalur landai membelah hamparan savana dari Desa Sembalun memang lebih panjang. Nyaris tidak ada sebatang pohon guna berteduh, sinar matahari langsung membakar kulit dan menguras energi. Trekker mancanegara, terutama dari Barat, tampak menikmati betul limpahan cahaya matahari. Di balik jaket waterproof dan wind breaker-nya, mereka mengenakan kaos oblong.

Sedangkan di jalur Senaru trekker melewati hutan dan tanjakan tiada henti. Air terjun dan goa-goa merupakan bonus atraksi di jalur ini. Untuk mencapai puncak, trekker lebih dahulu mesti meniti dinding kawah nyaris tegak lurus menuju tepi Danau Segara Anak.

Mulai sekarang, di Sembalun dan di Senaru masing-masing berlaku kuota 150 trekker per hari dan, di Aikberik dan Timbanuh masing-masing 100 trekker per hari.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) sekarang memberlakukan kuota total 500 trekker setiap hari di Gunung Rinjani. Trekker bisa mengatur jadwal pendakian sejak sebelum datang ke Lombok.

Aplikasi ERINJANI

Pada saat mendaftar melalui aplikasi ERINJANI trekker bisa melihat kuota yang masih ada di setiap jalurnya. Saat ini aplikasi menampilkan kuota di empat jalur yaitu Sembalun, Senaru, Aikberik, dan Timbanuh.

Selain menampilkan kuota, trekker bisa melihat dan memilih operator trekking resmi di TNGR dari daftar. Setelah itu, trekker bisa langsung melakukan pembayaran secara online. Pembayaran akan langsung diterima oleh kas negara.

Tetapi, pembayaran langsung secara online ini hanya berlaku bagi pendaki Indonesia. Trekker mancanegara baru bisa mendaftar secara online saja sedangkan pembayaran sejumlah trekker yang didaftarkan akan dilakukan oleh operator trekking yang dipakainya. Jumlah pembayaran oleh operator trekking mengikuti biaya masuk ke taman nasional yang telah ditentukan yakni Rp 150.000,00 per orang per hari bagi trekker mancanegara. Biaya itu belum termasuk biaya-biaya perlengkapan, makan-minum dan lain-lain yang dipersiapkan oleh operator trekking.

Gunung berapi yang telah menjadi tourist spot dan dikunjungi ribuan orang memerlukan treatment yang tidak biasa dan spesifik di masing-masing gunung. Misal di Rinjani. Aktivitas vulkanologinya mungkin bisa diprediksi namun sesuatunya belum tentu pasti. Mengatur jumlah orang di dalam kawasan ini sudah menjadi kebutuhan. Baik demi kenyamanan, keselamatan dan keamanan.

Tujuan trekker mendaki untuk menikmati pemandangan dan memenuhi hasrat petualangan. Harapan dari berpetualang di alam bebas bukan untuk bertemu dengan kerumunan orang. Atraksi alam juga punya daya tampung terbatas atas jejak yang ditinggalkan dari aktivitas manusia di situ.

Kebijakan tambahan diberlakukan khususnya bagi trekker mancanegara. Tujuannya, menjaga keselamatan dan keamanan mereka serta mempermudah pengorganisasian apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan selama berada di gunung. BTNGR mewajibkan trekker mancanegara menggunakan satu dari 94 operator trekking resmi yang beroperasi di dalam taman nasional.

“Kami mewajibkan wisatawan mancanegara menggunakan operator trekking terkait dengan keamanan mereka. Dia bisa pilih satu saat mendaftar melalui aplikasi. Sampai saat ini ada 94 operator trekking terdaftar di kami. Itu juga upaya kami mengawasinya. Kalau tidak dilakukan, nanti kita juga yang akan repot. Bagi pendaki domestik tidak pakai operator trekking tidak apa-apa. Saat mendaftar, itu bisa dilewati dan langsung bayar melalui transfer. Jangan lupa, pendaki domestik tetap harus daftar melalui aplikasi ERINJANI,” ujar Sudiyono, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Di aplikasi, pendaki domestik cukup memilih jenis tiket Domestik, memasukkan tanggal masuk dan keluar, lalu membayar biaya masuk sebesar Rp 5.000,00 per orang per hari dan dilakukan secara online.

Upaya atasi overtourism

Setelah gempa tahun lalu, pengelola TNGR melakukan pembenahan-pembenahan. Sementara belum bisa menginventaris kerusakan sarana dan prasarana di jalur pendakian karena belum memperoleh rekomendasi dari PVMBG, BTNGR bersama pihak-pihak lain melakukan pendataan ulang dan re-organisasi operator-operator trekking, pemandu, dan porter.

“Kami juga mewajibkan kepada para operator trekking, pemandu dan porter yang beroperasi di dalam taman nasional mendaftar di Balai. Ini sumber penghidupan. Pendaftaran ini kan tujuannya agar semua pihak sama-sama bertanggung jawab. Kami juga punya porsi membina mereka agar bisa menciptakan pariwisata di Gunung Rinjani adalah pariwisata yang bagus,” tambah Sudiyono.

Di luar kawasan taman nasional, komunitas-komunitas lokal juga sudah bergerak menciptakan atraksi-atraksi baru. Tujuannya mendukung daya pikat utama Gunung Rinjani. Di kalangan mereka juga sudah tumbuh kesadaran gunung itu lama-lama tidak akan bisa menampung trekker yang akan datang.

Pola lama masih tetap berlaku. Trekker datang ke Rinjani untuk mendaki. Keberadaan aplikasi ERINJANI mempermudah mengatur jadwal kapan mereka mesti datang dan berapa lama ada di sana.

Jadi, pemberlakuan kuota dan aplikasi ERINJANI tidak serta merta akan langsung memberi dampak limpahan pengunjung kepada tourism spots di desa-desa yang menjadi pintu masuk ke Gunung Rinjani.

“Tipikal, minat dan tujuan antara wisatawan yang mau ke Rinjani dengan atraksi-atraksi ekowisata di sekitar Rinjani kan beda. Kami perlu strategi baru bagaimana bisa mempromosikan atraksi-atraksi yang sudah diciptakan di desa-desa sekitar Rinjani. Peraturan kuota itu memang baik agar jumlah pengunjung tidak berlebihan, biar orang naik gunung bisa lebih nyaman, dan yang pasti juga lebih aman. Tapi di sisi lain, kuota buat kami ya artinya penghasilan akan terbatas,” kata Royal Sembahulun dari Lombok Green Nature, pegiat wisata dari Sembalun.

Paket-paket soft to middle trekking ke bukit-bukit di sekitar Gunung Rinjani telah diciptakan sejak beberapa tahun lalu. Dari situ kemudian dikembangkan aktivitas agrowisata. Tampaknya, desa-desa yang mengelilingi Gunung Rinjani memerlukan pembaharuan pengelolaan destinasi yang lebih inovatif dan inisiatif-inisiatif kampanye baru yang kreatif. Baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun pelaku industri pariwisata di Lombok.

Daya tarik alam di kaki rinjani tidak perlu diragukan lagi. Trekking ke bukit-bukit cocok bagi para pemula atau wisatawan yang ingin ke Rinjani tapi tidak mau mendaki gunung. Suhu yang sangat sejuk dan hasil pertanian/perkebunan menunggu untuk dikelola menjadi produk pariwisata gunung unggulan di Pulau Lombok.

Dengan mengikuti rekomendasi-rekomendasi dari PVMBG dan institusi terkait lainnya, Lombok bisa jadi contoh terdepan bagaimana pariwisata dibangun di atas Ring of Fire. Dan sangat mungkin mengakomodasi sub-sub pariwisata yang hendak dikembangkan dan mendatangkan wisatawannya.*** (Yun Damayanti)

Sumber: indonesiatouristnews.com

 

 


Informasi Terkait
  • Kebakaran Hutan di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Standar Operasional Prosedur Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani
  • Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Di Buka Kembali
  • Balai TN Gunung Rinjani Resmikan Penangkaran Rusa Pada Peringatan Hari Bumi 2019
  • Pembahasan Survey Kelayakan Jalur Pendakian Senaru dan Sembalun