Jumat, 21 Juni 2019 - 15:21:31 WIB
Standar Operasional Prosedur Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendakian - Dibaca: 687 kali

Kawasan TN Gunung Rinjani merupakan salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya para pendaki. Tersedianya aksesibilitas menuju kawasan TN Gunung Rinjani yang relatif mudah ditempuh dan jalur pendakian dengan medan yang menantang, menyebabkan pendakian ke TN Gunung Rinjani sangat populer di berbagai lapisan pendaki nusantara maupun mancanegara (baik pendaki, pelajar, mahasiswa dan kelompok pencinta alam, dll).

Meningkatnya jumlah pendaki yang melakukan pendakian ke TN Gunung Rinjani selain memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat juga berdampak negatif terhadap ekosistem kawasan TN Gunung Rinjani. Dampak negatif tersebut terjadi di sepanjang jalur pendakian dan beberapa titik konsentrasi pendaki. Dampak negatif tersebut diantaranya berupa sampah pendaki (organik dan non organik), aktivitas vandalisme, kebakaran hutan, erosi terutama di jalur pendakian dan mati/rusaknya pohon-pohon sebagai bahan bakar maupun sebagai tongkat pendaki (trekking pole). Hal ini dipicu oleh masih kurangnya kesadaran oknum pelaku wisata (TO, guide, porter, dll) serta pendaki dalam menjaga kelestarian kawasan TN Gunung Rinjani.

Selain dampak negatif terhadap kawasan, kegiatan pendakian di TN Gunung Rinjani menimbulkan resiko kecelakaan yang dapat mengakibatkan luka baik ringan maupun berat, bahkan kematian. Resiko kecelakaan pendaki menjadi semakin tinggi oleh karena pendaki kurang mematuhi persyaratan untuk melakukan pendakian, antara lain : kesehatan, perlengkapan yang standar, serta mengikuti jalur pendakian yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, dalam upaya mengurangi dampak negatif dan resiko yang akan terjadi, Balai TN Gunung Rinjani selaku pengelola kawasan TN Gunung Rinjani telah melakukan upaya pengelolaan kegiatan pendakian di TN Gunung Rinjani, diantaranya melalui penyusunan masterplan pengelolaan sampah, penerapan sistem pack in pack out, penerapan sistem booking online, peningkatan kapasitas disertai dengan penerbitan izin bagi guide dan porter yang melakukan kegiatan di dalam kawasan TN Gunung Rinjani serta penerbitan izin usaha penyediaan jasa wisata alam (IUPJWA) bagi masyarakat sekitar kawasan.

Selain upaya tersebut di atas, pengelolaan kegiatan pendakian dilakukan dengan menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendakian. SOP Pendakian di TN Gunung Rinjani ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Balai TN Gunung Rinjani dan merupakan pedoman bagi petugas Balai TN Gunung Rinjani, seluruh pendaki, pelaku usaha, serta para pihak yang terkait dengan kegiatan pendakian di TN Gunung Rinjani.

Buku SOP pendakian dapat didownload pada menu download.

SOP Pendakian TNGR


Informasi Terkait
  • Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Di Buka Kembali
  • Balai TN Gunung Rinjani Resmikan Penangkaran Rusa Pada Peringatan Hari Bumi 2019
  • Pembahasan Survey Kelayakan Jalur Pendakian Senaru dan Sembalun
  • Peringan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 Dengan Melakukan Aksi Penanaman Pohon
  • Terjerat Jaring Warga, Raptor yang Dilindungi Berhasil Diamankan