Senin, 29 Oktober 2018 - 10:06:45 WIB
Hasil Survey Jalur Pendakian Pasca Gempa Di Kawasan TN Gunung Rinjani (Update 24 Oktober 2018)
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendakian - Dibaca: 119 kali

SIARAN PERS
HASIL SURVEY JALUR PENDAKIAN PASCA GEMPA DI
KAWASAN TN GUNUNG RINJANI (UPDATE 24 OKTOBER 2018)
Nomor : PG.1770/T.39/TU/HMS/10/2018
 

Kegiatan survey jalur pendakian pasca gempa di kawasan TN Gunung Rinjani telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) tahap. Survey jalur pendakian tahap I dilaksanakan pada tanggal 03 s.d 05 Oktober 2018 di Jalur Pendakian Senaru, Jalur Pendakian Sembalun, dan Jalur Pendakian Budaya Torean. Survey jalur pendakian tahap II dilaksanakan pada tanggal 15 s.d 17 Oktober 2018 di Jalur Pendakian Aik Berik, Jalur Pendakian Timbanuh, dan Jalur Pendakian Sembalun (jalur lama). Tujuan kegiatan survey adalah untuk mengetahui kondisi jalur pendakian dan sarana prasarana pasca gempa Lombok.
 
Kegiatan survey melibatkan beberapa pihak antara lain TNGR, TNI, POLRI, BASARNAS, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kab. Lombok Utara dan Lombok Timur, BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, Perwakilan Trek Organizer Senaru dan Sembalun, Perwakilan Guide dan Porter serta EMHC (Edelweis Medical Help Center).
 
Pembahasan hasil kegiatan survey pendakian TNGR telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali yang diadakan pada tanggal 08 Oktober 2018 dan 23 Oktober 2018 di Kantor Balai TN Gunung Rinjani dengan melibatkan Balai TN Gunung Rinjani, Kodim 1620 Kab. Lombok Tengah, BMKG Stasiun Geofisika Mataram, BASARNAS Mataram, Dinas LHK Provinsi NTB, BPBD NTB, EMHC Sembalun, Kodim 1615 Kab. Lombok Timur, Dinas ESDM NTB, BMKG NTB, Polsek Bayan, Balai Wilayah Sungai NT-I, Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah, Forum Rinjani Bagus, Forum Paralayang NTB, DPH Geopark Rinjani Lombok, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Lombok Utara, Polres Lombok Utara, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lombok Post, BPBD Lombok Timur, TO (Trek Organizer) Senaru, Kodim 1606 Lombok Barat, Ketua Forum Citra Wisata Rinjani, ASITA NTB dan Dinas Pariwisata Kab. Lombok Timur.
 
Kesimpulan hasil survey jalur dan sarana prasarana pendakian di kawasan TN Gunung Rinjani adalah sebagai berikut :
Jalur pendakian Senaru
-      Kantor TN Gunung Rinjani di Senaru dalam kondisi rusak berat
-      Gapura pendakian di Jebag Gawah, Senaru dalam kondisi rusak ringan
-      Pos jaga dan toilet di Senaru dalam kondisi rusak berat
-      Sepanjang jalur pendakian Senaru terdapat 14 titik longsor dan retakan
-      Beberapa shelter dalam kondisi rusak ringan dan berat
-      Mata air hanya tersedia di Pos II
-      Jalur pendakian Senaru dari Pelawangan Senaru menuju Danau Segara Anak terputus akibat longsor.
 
 Jalur pendakian budaya Torean
-      Sepanjang jalur budaya Torean, terdapat 12 titik longsor dan retakan tanah.
-      Jalur pendakian terputus di Pelawangan Torean sebelum Air Terjun Penimbungan akibat longsor.
 
Jalur pendakian Sembalun
-      Kantor TNGR Resort Sembalun dalam kondisi rusak sedang sampai berat
-      Sepanjang jalur pendakian Sembalun terdapat 14 titik dalam kondisi longsor dan 11 titik tanah retak.
-      Shelter di jalur pendakian Sembalun dalam kondisi baik 12 unit, 1 unit rusak ringan, 1 unit rusak sedang, 1 unit rusak berat.
-      Mata  air di Pos II Sembalun  dalam kondisi baik
-      Satu unit Pos Jaga di Pos II Sembalun dalam kondisi rusak ringan
-      Sebuah jembatan beton dengan rantai besi dalam kondisi rusak berat namun masih bisa dilewati.
-      Tim mampu melaksanakan survey sampai dengan km 7.8 
-      Jalur Pendakian Sembalun terputus akibat longsor di Bukit Penyesalan (sekitar  120 m sebelum Pelawangan Sembalun).
 
Jalur pendakian Aik Berik
-      Pos Aik Berik dalam kondisi rusak berat dan tidak tersedia instalasi air
-      Jalur pendakian Aik Berik sampai dengan Pelawangan Aik Berik dalam kondisi bagus
-      Terdapat retakan di sepanjang tebing Pelawangan Aik Berik dengan kedalaman bervariasi (sekitar 0.5-1 meter) dan lebar sekitar 5-50 cm.
-      Jalur Pelawangan Aik Berik ke Danau Segara Anak terputus akibat longsor
-      Ditemukan bekas kebakaran pada jalur Pondok Amaq Kros (Pos IV)-Pelawangan Aik Berik
-      Sumber air tersedia (Pos II Kokok Geres, Pos III Kokoq Munte, Pos IV Amaq Kros-Pelawangan Aik Berik) dan kondisi air bersih.
-      Belum tersedia sarpras pendukung (toilet, papan informasi, papan larangan, papan petunjuk pos)
 
Jalur pendakian Timbanuh
-      Gerbang masuk pendakian Timbanuh dan Pos Timbanuh dalam kondisi baik
-      Jalur pintu gerbang-Bukit Tongtong dalam kondisi baik dan tidak terdapat retakan
-      Shelter di Pos Pancor Tayib rusak berat (hancur tertimpa batu)
-      Shelter di Pos III Momot Yamin rusak ringan (terdapat retakan)
-      Tim survey hanya sampai di Pos III Momot Yamin
-      Masih terjadi longsor yang menyebabkan jalur terputus.
-      Sumber mata air hanya terdapat di sungai Mayung Polak sedangkan di lokasi lain tidak ditemukan sumber mata air
-      Belum tersedia sarpras pendukung (papan informasi, toilet) dari pintu gerbang sampai Pos III Momot Yamin
 
Jalur pendakian Sembalun (jalur lama)
-      Masih terjadi longsor di beberapa titik pada jalur pendakian Sembalun (jalur lama)
-      Terdapat retakan di sepanjang jalur Sembalun lama sehingga berpotensi longsor
-      Jalur tertutupi rumput setinggi pinggang (sekitar 1-1.5 meter)
-      Sumber mata air hanya tersedia di Pos II dengan kondisi air tercemar
-      Belum tersedia sarpras pendukung dari jembatan atas Pos II ke Bukit Penyesalan (shelter, toilet, papan informasi, papan larangan, papan petunjuk pos)
 
Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani pasca gempa merupakan momentum bagi pengelola dan pihak terkait untuk melakukan penataan kegiatan pendakian Gunung Rinjani.
 
Berdasarkan hasil survey, untuk sementara waktu Jalur Pendakian Senaru, Jalur Pendakian Budaya Torean, Jalur Pendakian Sembalun, dan Jalur Pendakian Timbanuh belum dapat dibuka.
 
Kajian dan survey jalur pendakian setelah musim hujan akan dijadikan bahan pertimbangan bagi usulan pembukaan jalur pendakian pada tahun 2019 termasuk perbaikan dan penyediaan sarana dan prasarana.
 
Jalur pendakian Aik Berik sampai Pelawangan Aik Berik dimungkinkan dapat dibuka sebagai jalur alternatif kegiatan pendakian Gunung Rinjani pada 07 November 2018 hingga 31 Desember 2018.
 
Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum jalur pendakian Aik Berik dibuka adalah sebagai berikut:Kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan Aik Berik dan tidak diizinkan untuk turun ke Danau Segara Anak.
Paket pendakian yang direkomendasikan adalah minimal 2 hari 1 malam.
Lokasi camping area yang biasa digunakan adalah pos IV Pondok Amaq Kros
Pembelian tiket pendakian dilakukan melalui sistem booking online dengan kuota pendakian 150 orang/hari.
Kegiatan penataan jalur (perbaikan, pembersihan dan pemasangan papan petunjuk arah, papan larangan, dan papan peringatan) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober s/d 04 November 2018 dengan melibatkan Forum Rinjani Bagus, Dinas Pariwisata Kab. Lombok Tengah, Pemerintah Desa, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, DPH Geopark Rinjani Lombok, Forum TO dan Guide Porter.
 
Akan dilakukan survey jalur alternatif pada Jalur Pendakian Senaru pada tanggal 30 Oktober s/d 04 November 2018 dengan melibatkan Forum TO dan Guide Porter, BWS NT-I, Dinas ESDM Provinsi NTB, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Lombok Utara, BPBD Kab. Lombok Utara, DPH Geopark Rinjani Lombok, Pemerintah Desa, Tokoh adat, Forum Rinjani Bagus.
 
Perlu dikembangkan kearifan lokal (awig-awig dan upacara adat) dalam kegiatan pendakian oleh para pihak terkait.
 
Perlu dilakukan sosialisasi peringatan dini potensi bencana longsor dan banjir bandang yang timbul pada saat musim hujan di sekitar kawasan TN Gunung Rinjani oleh pihak berwenang.
 
Apabila membutuhkan informasi dan data kondisi jalur pendakian serta sarana prasarana di kawasan TNGR pasca Gempa Lombok dapat menghubungi kami melalui Call Centre Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan nomor 0811283939 atau media sosial di twitter:@tnrinjani, instagram: gunungrinjani_nationalpark, Facebook: Taman Nasional Gunung Rinjani, dan website: tngr.menlhk.go.id.
 
Mataram,  24 Oktober 2018
Kepala Balai TN Gunung Rinjani
TTD
 
Ir. Sudiyono, M.Si
 


   
 
 


Informasi Terkait
  • Pasca Gempa Lombok, Begini Jalur Pendakian & Sarpras TN Gunung Rinjani
  • Upaya Penyelamatan Pendaki di Kawasan TN Gunung Rinjani Pasca Gempa Bumi Lombok 29 Juli 2018
  • Siaran Pers Kondisi Jalur Pendakian Dan Sarana Prasarana Wisata di Kawasan TN Gunung Rinjani Pasca G
  • Kebakaran Dalam Kawasan Berhasil Di Padamkan
  • Pendakian Gunung Rinjani di Tutup Hingga Kondisi Stabil