Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:02:13 WIB
Siaran Pers Kondisi Jalur Pendakian Dan Sarana Prasarana Wisata di Kawasan TN Gunung Rinjani Pasca G
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendakian - Dibaca: 1269 kali

SIARAN PERS

KONDISI JALUR PENDAKIAN DAN SARANA PRASARANA WISATA DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI PASCA GEMPA LOMBOK

Nomor : PG. 1728 /T.39/TU/HMS/10/2018

 

1.    Pada tanggal 3 s.d 5 Oktober 2018 telah dilaksanakan kegiatan Survey Jalur Pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Pasca Gempa di Jalur Pendakian Sembalun, Senaru dan jalur budaya Torean. Kegiatan survey melibatkan beberapa pihak antara lain TNGR, TNI, POLRI, BASARNAS, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kab. Lombok Utara dan Lombok Timur, BPBD Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur, Perwakilan Trek Organizer Senaru dan Sembalun, Perwakilan Guide dan Porter serta EMHC (Edelweis Medical Help Center). Tujuan kegiatan survey adalah untuk mengetahui kondisi jalur pendakian dan sarana prasarana pasca gempa Lombok.

2.    Pembahasan hasil kegiatan survey pendakian TNGR telah dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober 2018 dengan melibatkan BASARNAS, Balai Wilayah Sungai dan Ahli Geologi dari Dinas ESDM Provinsi NTB.

3.    Kondisi sarana prasarana dan jalur pendakian Sembalun :

a.    Kantor TNGR Resort Sembalun dalam kondisi rusak sedang sampai berat

b.    Sepanjang jalur pendakian Sembalun terdapat 14 titik dalam kondisi longsor dan 11 titik tanah retak

c.    Shelter di jalur pendakian Sembalun dalam kondisi baik 12 unit, 1 unit rusak ringan, 1 unit rusak sedang, 1 unit rusak berat

d.    Mata air di Pos II Sembalun dalam kondisi baik

e.    Satu unit Pos Jaga di Pos II Sembalun dalam kondisi rusak ringan

f.     Sebuah jembatan beton dengan rantai besi dalam kondisi rusak berat namun masih dapat dilewati

g.    Tim mampu melaksanakan survey sampai dengan km 7.8. Jalur pendakian Sembalun terputus akibat longsor di Bukit Penyesalan (sekitar 120 m sebelum Pelawangan Sembalun).

4.    Kondisi sarana prasana dan jalur pendakian Senaru:

a.    Kantor TNGR Resort Senaru dalam kondisi rusak berat

b.    Gapura pendakian di Jebag Gawah Senaru dalam kondisi rusak ringan

c.    Pos Jaga dan toilet di Jebag Gawah Senaru dalam kondisi rusak berat

d.    Sepanjang jalur pendakian Senaru terdapat 14 titik longsor & retakan

e.    Beberapa shelter di jalur pendakian Senaru dalam kondisi rusak ringan hingga berat

f.     Tersedia mata air di Pos II namun di Pos III dan Cemara Lima tidak tersedia air

g.    Jalur pendakian Senaru terputus akibat longsor di bawah Pelawangan Senaru

5.    Kondisi Jalur Budaya Torean:

a.    Sepanjang jalur budaya Torean, terdapat 12 titik longsor dan retakan tanah

b.    Jalur pendakian terputus di jalur sebelum Air Terjun Penimbungan akibat longsor

6.    Berdasarkan hasil survey dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

a.    Jalur pendakian Sembalun, Senaru, dan Torean belum dapat dibuka untuk pendakian dikarenakan kondisi jalur pendakian yang belum aman.

b.    Longsoran di Gunung Rinjani tersebut patut dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak terkait dalam rangka antisipasi bencana bagi masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Rinjani ketika musim hujan yang akan datang.

c.    Survey rencana rehabilitasi jalur pendakian dan fasilitas pendukung dimungkinkan dapat dilakukan setelah musim  hujan selesai (diperkirakan sekitar bulan Mei 2019).

d.    Dalam kondisi normal pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani menuju Danau Segara Anak diperkirakan dapat dilakukan pada tahun 2020.

7.    Dalam rangka memberikan alternatif wisata bagi para pelaku wisata Rinjani yang menggantungkan mata pencahariannya dari wisata pendakian Rinjani, Balai TN Gunung Rinjani berencana untuk melakukan survey jalur wisata alternative dengan melibatkan pihak terkait. Survey jalur wisata alternatif tersebut rencana akan dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober 2018.

8.    Apabila membutuhkan informasi dan data kondisi jalur pendakian serta sarana prasarana di kawasan TNGR pasca Gempa Lombok dapat menghubungi kami melalui Call Centre Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan nomor 0811283939 atau media sosial di twitter:@tnrinjani, instagram: gunungrinjani_nationalpark, Facebook: Taman Nasional Gunung Rinjani, dan website: tngr.menlhk.go.id.

 

Mataram,  18 Oktober 2018

Kepala Balai TN Gunung Rinjani

TTD

 

Ir. Sudiyono, M.Si

   jalur pendakian gunung rinjani pasca gempa

 


Informasi Terkait
  • Kebakaran Dalam Kawasan Berhasil Di Padamkan
  • Pendakian Gunung Rinjani di Tutup Hingga Kondisi Stabil
  • Morel, Jamur Termahal di Dunia Ini ada di Rinjani
  • Penyerahan Bantuan Logistik Dan Peralatan Pengungsi Gempa Lombok
  • TNGR Mendistribusikan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi di Lombok